Pendidikan Karakter Relawan PMI dan Karyawan BMT



Allah Tuhan Yang Maha Sempurna telah memberikan bekal yang lebih dari cukup kepada setiap manusia untuk menjalankan amanah menjalani hidup di dunia. Demikianlah sepenggal kata yang disampaikan oleh Drs Srijono Msi dari  Tim NAC Polri mengawali modul “Potensi Manusia” pada pendidikan karakter kepada 100 relawan PMI dan karyawan BMT Rembang Jawa Tengah pada hari Jum’at tanggal 3 Januari 2014 di Rindam Diponegoro Bantir Sumowono. Bekal berupa potensi pada setiap manusia dikoordisasikan oleh segumpal otak yang beratnya sekitar 1,5 KG memiliki kemampuan  luar biasa. Ibarat sebuah bio computer yang super canggih maka tidak akan pernah bisa dipalsukan ataupun diduplikasi oleh manusia manapun juga.  Perbedaan antara orang yang paling sukses dan orang yang paling gagal di dunia adalah terletak pada kemauan dan kemampuan memanfaatkan otaknya. Orang yang paling gagal sampai bunuh diri oleh karena yang bersangkutan tidak bisa mengoperasionalkan bio computer itu, dia juga tidak tau program-programnya bahkan lebih parah lagi ada yang tidak tau paswordnya. Sementara orang yang paling suskses di dunia tau paswordnya, bisa mengoperasionalkan dengan baik dan bahkan  tau program-programnya. Seluk beluk tentang potensi manusia ini dikupas tuntas secara gamblang dan sangat menyentuh para peserta selama kurang lebih 60 menit dalam program pendidikan karakter model NAC Polri. Modul ini ditujukan untuk menyadarkan pesrta untuk bisa bersyukur dan menyadari betapa besarnya potensi pribadi yang telah dimiliki. Selama ini belum dimanfaatkan secara optimal bahkan ada yang tersia-siakan. Modul dikemas dalam edu-taintmen (education & intertaintmen) sehingga membawa 100 peserta pelatihan ini sangat antusias walaupun dilaksanakan mulai jam 13.00 sampai dengan 21.30 wib tanpa henti kecuali hanya untuk istirahat sholat dan makan malam. Sesuai alokasi waktu dalam pelatihan  pendidikan karakter ini dapat menyampaikan 4 modul yaitu : Refleksi Untuk Negeri, Potensi Manusia, Tes Otot dan Pujian Penghargaan. Modul terakhir disampaikan sebagai pengganti Fire Walk yang tidak dapat dilaksanakan karena hujan lebat.

Pendidikan Karakter Peserta Pemilu 2014


Menindaklanjuti permintaan Gubernur Lemhannas RI kepada Gubernur Akpol sesuai surat nomor : B/3170/08/29/19/SET tanggal 3 Desember 2013 tentang permohonan tenaga personil untuk kegiatan NAC Polri, maka Gubernur Akpol Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutedjo, SH, MSi memerintahkan Tim NAC Polri dibawah pimpinan Wagub Akpol Brigjen Pol Drs Srijono MSi untuk berbagi pengalaman dan ketrampilan tentang pendidikan karakter dengan metode yang telah dikemas oleh Tim NAC Polri selama ini. Materi ini diberikan kepada sekitar 140 peserta Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan dari Partai Politik Peserta Pemilu 2014 Angkatan III pada hari Senin tanggal 10 Desember 2013 dimulai pukul 10.00 wib s.d 22. 00 wib di Lemhanas RI jalan Merdeka Selatan Jakarta Pusat. Modul yang disampaikan sebanyak 8 modul dari 18 modul yang dimiliki NAC Polri dan peserta yang terdiri dari berbagai Partai Politik peserta Pemilu tahun 2014 dapat mengikuti kegiatan dengan tertib, antusias dan penuh kebersamaan.

Pendidikan Karakter AKP Widya Buana



Diawali dengan pemberian kuliah umum tentang nasionalisme kepada seluruh civitas akademi dan wisudawan serta orang tua wisudawan di Htl Patrajasa Semarang oleh Wagub Akpol Brigjen Pol Drs Srijono MSi yang dikaitkan dengan pendidikan karakter pada Sabtu tanggal 23 Maret 2013, maka Direktur Akademi Keuangan Perbankan (AKP) Widya Buana mengajukan permohonan agar Akpol mau berbagi  tentang  pendidikan karakter dalam bentuk kerjasama. Permohonan tersebut disambut dengan baik oleh Gubernur Akpol Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutedjo, SH, MSi dengan menurunkan Tim NAC Polri untuk mengkemas paket pendidikan karakter bagi mahasiswa. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka Tim NAC Polri mengkemasnya dalam paket pelatihan 2 hari atau 24 jam pelajaran (JP)  terdiri dari 12 JP berupa 8 modul NAC Polri dan 10 JP out bound mencakup 5 permainan (game). Materi NAC Polri  8 modul ditujukan untuk meningkatkan rasa nasionalisme, bersyukur atas potensi yang ada pada diri dan lingkungannya, optimis dan siap menjadi agen perubahan dengan memulainya dari diri sendiri, sedangkan 5 game out boud adalah untuk membangun jiwa kepemimpinan (leadership), kerja sama tim (team work) dan pemecahan masalah (problem solving).  Untuk pertama kali pendidikan karakter terhadap mahasiswa ini dilaksanakan di Akpol dan dipimpin langsung oleh Wagub Akpol pada tanggal 7 dan 8 September 2013 dengan diikuti oleh 70 mahasiswa/i. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dir AKP Widya Buana, Ketua dan Pengurus Yayasan Lembaga Kewirausahaan Indonesia dan para Dosen. Kegiatan ini ternyata telah dapat membangkitkan semangat dan motivasi para peserta yang dapat dilihat dari antosiame dalam pelaksanaanya selain kesan, pesan serta komentar baik secara langsung di lapangan maupun yang disampaikan secara tertulis. Harapannya  kegiatan ini bisa dikembangkan sehingga bisa menyentuh seluruh mahasiswa yang ada di Indonesia mengisi ruang-ruang kosong dunia pendidikan kita yang selama ini kering dari nilai-nilai karakter.

Gali Potensi Diri Bersama NAC Polri



BOGOR-SapaNEWS:
Puluhan karyawan Seamolec antusias ikuti pelatihan yang dilakukan Neuro Assosiasi Conditioning Polri (NAC Polri) pada Rabu (06/02), pelatihan yang bertempat di Kampung Luwuk Resot Ciawi itu mampu menyihir seluruh peserta.


Seamolec merupakan sebuah lembaga yang menghimpun Kementrian se-Asia Tenggara di bidang pendidikan. Pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Seamolec dan NAC Polri dalam rangka memberikan stimulus kepada setiap karyawan agar mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.

Menurut pengagas NAC Ronald Nurdanadarma, pelatihan ini lebih menekankan bagaimana setiap individu bisa menggali potensi yang ada dalam diri manusia, peduli akan lingkungan sekitar, serta bagaimana merubah pola pikir manusia menjadi lebih konstruktif, sehingga setelah selesai mengikuti pelatihan bisa menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki pola hidup yang sehat dengan tidak memakai obat-obatan terlarang, tidak merokok, termasuk tidak membuang sampah sembarangan, “entre point dari pelatihan ini adalah manusia itu sendirilah yang harus menyadari bahwa dia bisa maju dan lebih baik, kami hanya sekedar membantu menyadarkan saja”, ujar Ronald. Ronald juga menambahkan, NAC Polri ini merupakan turunan dari NAC Sistem, NAC Sistem merupakan hasil adopsi dari sistem yang sama di Amerika Serikat yang telah disesuaikan dengan kebutuhan manusia Indonesia.

Senada dengan Ronald, Ir. Sriono, narasumber dalam pelatihan itu mengungkapkan, pelatihan ini dilakukan sebagai salah satu upaya gerakan kesadaran nasional, hal tersebut diperkuat dengan diijinkannya setiap peserta menggunakan materi pelatihan untuk dikembangkan kembali sesuai dengan kebutuhan institusi dan lembaga masing-masing, baik itu untuk bidang pendidikan, kesenian, instansi pemerintah, ormas pemuda dan lainya, agar bangsa  ini menjadi bangsa yang kuat dan bermartabat, “ini adalah gerakan kesadaran nasional, karena jika manusianya sudah sadar, bangsa kita tidak hanya akan kuat, tapi bisa bermartabat di mata dunia ”, imbuh Sriono.

Tidak hanya itu, selain karena mendapatkan motivasi agar memandang  kehidupan lebih bijak lagi, cara penyampaian materi yang dikemas lebih renyah dan  fun membuat seluruh peserta enggan untuk beranjak.

Salah satu peserta yang berhasil kami wawancarai adalah Jali (41), yang bekerja di bagian Bidang Administrasi Seamolec, menurutnya pelatihan ini cukup ampuh membangkitkan semangat manusia untuk mengeksplor kelebihan yang selama ini tidak disadarinya, “acaranya bikin semangat, karena ternyata kita punya kelebihan yang tidak kita sadari, materi pelatihanya juga sangat menyentuh ke hati, ga jenuh lagi, ada jogednya juga”, Tutup Jali.

Source ; SapaNEWS/De Sur
      editor ; sapanews

Blogroll